Tag Archive for batang pelir

Macam Mana Nak Tahu Perempuan Masih Dara

Macam Mana Nak Tahu Perempuan Masih Dara

Macam mana nak tahu perempuan masih dara? Soalan ni selalu bermain di dalam fikiran lelaki. Sebelum seseorang lelaki menanyakan soalan itu, ia perlu ditanyakan pada dirinya sendiri. Adakah aku masih teruna? Sebaik sahaja tahu jawapannya, baru bertindak memikirkan”soalan macam mana nak tahu perempuan masih dara, atau sebaliknya.. :)

Macam Mana Nak Tau Perempuan Masih Dara?

 

Sebenarnya ada dua cara (teknikal) anda nak tau perempuan itu masih dara atau tidak.

1. Buat pemerikaaan buah dada perempuan itu.

2. Buat pemeriksaan vagina perempuan itu.

Takkan anda nak pergi periksa vagina dia pula kan? Anda nak periksa buah dada dia? Anda bukan tahu nak periksa, nanti lain pulak yang jadinya. Itu yang masalahnya. Anda perlu membawa si dia berjumpa dengan doktor untuk mengesahkan status daranya.

Adakah anda sanggup buat macam tu? Tak mungkin saya rasa. Anda seorang yang taksub kepada dara jika anda buat demikian. Sedangkan anda belum tentu lagi teruna. hahaha..

Jalan yang paling senang untuk menyelesaikan kemelut anda yang “taksub kewujudan dara perempuan” ialah dengan hanya dua cara iaitu..

1. Dia sendiri mengaku.

2. Anda sendiri tanya.

Selesai masalah anda, jangan peningkan kepala anda yang dah memang berserabut tu.

Rujukan: Yahoo Answer

Incoming search terms:

  • macam mana nak tahu dara
  • macam mana nak tahu perempuan masih dara
  • nak tahu dara
  • cara nak tahu gadis tiada dara
  • anda masih dara
  • dara perempuan
  • tiada dara
  • macam mana nak pujuk wanita buat hubungan seks
  • masih dara
  • wanita tiada dara

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Murid Ibuku

Cerita Dewasa Seks ini terjadi dikarenakan ibuku adalah salah seorang dosen di salah satu universitas. Cerita Sex ini tidak pernah aku lupakan karena sangat istimewa sekali dihatiku. Yuk kita simak aja gimana Cerita Dewasa Sex yang satu ini

. Ibuku adalah seorang dosen komputer di sebuah perguruan tinggi di *********** Ia memiliki banyak mahasiswa maupun mahasiswi dan karena kepiawaian Ibuku dalam mengajar, banyak mahasiswanya yang datang ke rumahku unuk meminta diajar secara privat. Kisah ini adalah nyata yang terjadi ketika Ibuku sedang tidak di rumah. Namaku adalah Joe. Saat itu aku sedang dalam masa pengangguran karenanya aku hanya tinggal di rumah sehingga membuatku sangat bosan karena kegiatanku sepanjang hari hanya menonton VCD dan bermain komputer saja.

Tetapi kebosananku berakhir ketika salah seorang mahasiswi Ibuku datang kerumah. Ingrid namanya, dia kuliah di Universitas **** ***** (edited). Karena Ibuku kebetulan sedang ada urusan, maka Ingrid menunggunya datang dikarenakan ada urusan yang sangat penting dengan Ibuku. Karena aku tidak ada pekerjaan dan aku sangat bosan dengan kegiatanku, maka aku menemaninya menunggu Ibuku. Tetapi, aku sengaja tidak memberitahukan kepadanya bahwa Ibuku sedang pergi ke luar kota bersama Bapakku selama beberapa hari. Jika kuperhatikan dengan seksama, Ingrid sama sekali tidak jelek. Bagiku dia bahkan menarik sekali, dengan proporsi badan yang bagus dan seksi dan dikombinasikan dengan rambutnya yang panjang tergerai dan hitam. Sekilas wajahnya mirip dengan Maudy Kusnaedi dan karenanya aku tidak bosan-bosannya menatap Ingrid sambil terus mengajaknya bercakap-cakap sambil menawarkannya minum segelas air jeruk.

Sampai suatu ketika, dia minta ijin untuk pergi ke WC dan aku menunjukkannya lokasi WC yang berada di belakang kamar orang tuaku. Di saat dia pergi kesana, aku memasukkan pil perangsang yang kubeli sewaktu aku masih berkuliah di luar negeri dulu. Pil perangsang itu larut dengan air jeruk tetapi tidak memberikan perubahan pada warna maupun rasa air jeruk itu sendiri. Setelah itu, aku hanya tersenyum-senyum memikirkan rencanaku selanjutnya sambil menunggu Ingrid keluar dari WC. Setelah Ingrid kembali dari WC, ia kembali duduk dan mengajakku ngobrol mengenai bisnis orang tuaku sambil meminum air jeruk yang kusuguhkan kepadanya. Beberapa menit setelah ia meminumnya, ia memperlihatkan reaksi dari obat tersebut, dia berkali-kali meminta maaf kepadaku karena ia merasa kegerahan dan setelah itu ia mulai membuka pakaiannya.

 

Di saat ia membuka pakaiannya, aku dapat melihat sosok Ingrid yang hanya mengenakan BH dan celana dalamnya. Hal ini membuat penisku mendadak berdiri dan siap dimasukkan ke “lubang kenikmatan”. Aku mengajak Ingrid ke kamarku sambil kuberikan alasan agar aku dapat menyalakan Air Conditioner sehingga dia tidak lagi kegerahan. Ia percaya saja dan mengikutiku ke kamar. Di dalam kamarku, ia duduk di ranjang sambil sesekali mengusap dadanya. Aku menjadi tidak tahan melihat adegan ini sehingga aku mulai mencium bibirnya. Ketika aku menciumnya, tidak ada perlawanan sama sekali. Kami bermain lidah hingga 10 menit. Dikala kami bermain lidah, aku mulai membuka BH dan celana dalamnya. Setelah dia bugil, kemudian aku membuka pakaianku sendiri. Disaat aku sedang membuka pakaianku, Ingrid mengusap-usap tubuhnya dan memainkan jari-jarinya di sekitar vaginanya sehingga membuatnya basah. Aku tidak tahan lagi maka kudekati vaginanya dan memainkan lidahku di dalam vaginanya.

Aku sempat terkejut karena ternyata Ingrid masih perawan sehingaa aku berpikir bahwa ini adalah hari keberuntunganku. Aku terus menjilati vagina Ingrid berulang-ulang dan diiringi dengan desahan Ingrid yang sangat sensual, “Hmm…, shhh…, aahh…”. Aku tidak peduli dan terus menjilatinya hingga beberapa saat kemudian Ingrid menjepit kepalaku dengan kedua kakinya sehingga membuatku menjadi sulit bernafas selama beberapa saat dan tubuhnya mendadak menjadi gemetar dan ia berteriak tertahan sambil melengkungkan punggungnya yang membentuk siluet yang indah sekali. Aku mengerti kalau dia sedang klimaks, aku senang sekali tetapi juga sekaligus belum puas, why? Karena aku sendiri belum memperoleh kepuasan darinya. Setelah ia terbaring lemas karena klimaks tersebut, aku segera saja memasukkan penisku yang panjang karena sudah tegang ke dalam vagina Ingrid. Ketika penisku merobek keperawanannya, ia berteriak kesakitan dan aku merasakan penisku telah dibasahi oleh darah segar keperawanannya, tapi aku tidak ambil peduli. Sambil kucium bibirnya yang seksi, tanganku bermain di puting susunya, juga kutusukkan penisku ke dalam liang vaginanya.

Teriakan yang tadi kudengar lama kelamaan berubah menjadi desahan-desahan dan tangannya mulai aktif memegang dan menekan-nekan selangkanganku seakan- akan menginginkan agar aku memasukkan penisku lebih dalam lagi. Tusukanku di dalam liangnya membuatnya mendesah-desah sensual dan memintaku mempercepat gerakan. Aku terus mempercepat gerakanku hingga dapat kurasakan vaginanya semakin basah. Ia memintaku mengubah posisi. Ia sekarang berada di atas. Dengan hati-hati ia menindihku dan memasukkan penisku yang masih tegang ke dalam liang vaginanya. Dengan posisi berbaring, kupeluk punggung Ingrid sambil menaik-turunkan tubuhnya sehingga aku merasa semakin nikmat karena pijitan vaginanya. Aku semakin mempercepat gerakan sehingga membuat adegan yang kami lakukan semakin panas karena Ingrid terus menggenjot tubuhku sambil tangannya memainkan puting susunya sambil sesekali menekan-nekan payudaranya yang cukup besar itu.

Setengah jam terus berlalu dan aku mulai merasakan seolah-olah akan ada ledakan dalam diriku dan dirinya. Aku mengetahui bahwa dia akan klimaks lagi karena dia semakin kuat mendesah dan juga semakin cepat menggenjot tubuhku. Aku semakin tidak tahan dan kusemprotkan cairan kejantananku ke dalam liang kewanitaannya dan di saat yang bersamaan pula, Ingrid berteriak dengan disertai getaran hebat sambil semakin cepat menggenjotku. Penisku terasa seperti sedang di”pipis”in olehnya karena ada cairan yang mulai membasahi penisku. Setelah beberapa menit kami bersama-sama melepaskan nafsu, aku mencium bibir Ingrid dan memeluknya. Aku bermain cinta dengannya hingga sore hari dan kemudian kuberitahu padanya bahwa orang tuaku baru akan kembali seminggu kemudian. Tetapi di luar dugaanku, karena justru hal ini malah membuatnya senang karena itu berarti dia bisa tinggal untuk bercinta bersamaku selama seminggu. Setelah itu, aku dan Ingrid terus menerus bercinta di rumahku sampai dengan Ibuku kembali dari luar kota.

http://hebatpower.com/blog/

Novel – Si Jalang Seks [5]

Kira-kira jam sepuluh pagi baru aku datang semula ke rumah kak Bib sebab aku tertidur dan bila aku masuk aku lihat anak-anaknya dah siap mandi dan kemas berpakaian, aku juga nampak sarapan telah sedia tersaji di meja makan dan kopi masih berasap panasnya, pagi tu agak mewah sarapanku siap dengan telur separuh masak, jus oren dan roti bakar disapu mentega ala continental. Selepas bersarapan barulah si Zana sampai, ia mintak maaf kerana tak sempat datang awal sebab mak dan ayahnya balik terlalu lewat dan ia takut nak kayuh basikal tengah-tengah malam seorang diri.

Akupun cakap eloklah tak membahayakan diri. Adik cikgu mat ni dalam form v dan adalah satu subjek aku mengajarnya jadi aku dan dia taklah ada rasa segan macam biasa saja. Hari tu dia memakai blouse putih berbunga kecil di kolar dan berskirt pendek warna piruz jadi bila dia duduk dengan kakinya sedikit terbuka jelas kelihatan seluar dalamnya yang berwarna kuning. Anak dara tengah naik ni memang cantik malah ramai budak-budak minat kat Zana ni tapi aku tak pasti siapa yang berjaya menawan hati adik perempuan bongsu abang Matsom ni. Aku mempelawa dia sarapan sama tapi dia cakap dah sarapan cuma mengambil secawan kopi, Bib masih kalut membasuh pakaian di bilik mandi jadi selepas menutup makanan aku dan Zana beredar ke bilik tidur utama dengan anak-anak buahnya.

Kami mengeluarkan alat permainan di dalam bakul lalu membiarkan si kakak bermain manakala adiknya kami letakkan dalam katil berpagar supaya dia tidak jatuh, Zana duduk di birai katil dan aku di bawah jadi setiap kali aku mengangkat kepala aku terpandang celah kangkangnya, berbayang bulunya di sebalik panties kuning yang agak nipis. Zana perasan aku memandang tepat di celah kangkangnya lalu ia merapatkan kakinya, aku memandang mukanya lalu berkata bukakla luas sikit boleh juga aku tumpang tengok, ia senyum lalu mengangkang dengan luas sementara aku kian rapat menghadap kakinya, jelas nampak bulu-bulunya yang dah menghitam. Aku memberanikan diri memegang pehanya lalu perlahan-lahan aku mengusap ke atas hingga sampai betul-betul pada cipapnya yang bersalut panties kuning, aku menggosok manja cipapnya sambil menanti reaksi daripadanya marah ke atau sebagainya, namun aku lihat dia diam sahaja malah berteleku molek di birai katil lalu aku cium pangkal pehanya membawa ke cipapnya ia terkejut tapi aku memberi isyarat jangan bersuara, aku bangun lalu duduk bersebelahan dengannya dan tanpa berkata apa-apa aku merangkul badannya terus mencium bibirnya, ia meronta tapi aku tidak melepaskan pelukanku malah lidahku telah membelah bibirnya melolos masuk ke rongga mulutnya. Aku jolok lelangitnya serta ku hisap lidahnya dan tak lama ia memberikan respon balas yang sama dengan mengucup kemas bibir dan lidahku. Tanganku mula meraba-raba kawasan dadanya dan meramas-ramas lembut teteknya yang bersalut baju dan bra, aku membuka butang blousenya satu persatu hingga habis mendedahkan perutnya yang putih gebu, aku cuba menanggalkan cangkuk branya tapi tak dapat kerana ia tidak membenarkan, aku berhenti mengucupnya lalu merayu agar cangkuk bra dilepaskan, ia geleng kepala tapi aku minta juga dan akhirnya ia sendiri yang membuka cangkuk tapi enggan melepaskan branya jatuh. Perlahan-lahan aku menarik branya menampakkan sepasang payu dara yang mengkar kepunyaan si manis 17, saiznya sederhana cukup putih dengan aeriolanya berwarna merah muda serta putingnya yang kecil agak lebih gelap tapi tidak hitam.

Blouse dan branya dah terlucut habis mendedahkan bahagian dada serta perutnya aku tidak membiarkan begitu sahaja terus meramas-ramas tetek mengkar milik Zana serta menghisap putingnya silih berganti, Zana dah mula lupa diri malah aku dipeluknya dengan kuat sambil satu persatu butang kemejaku terlerai dan terus ku tanggalkannya, aku berusaha pula membuka cangkuk dan zip skirtnya lalu melondehkan ke bawah dan aku mengangkat Zana yang hanya tinggal seluar dalam itu ke tengah katil, aku membawa jari-jarinya ke cangkuk dan zip seluarku agar ia sendiri yang membukanya tak lama seluarku ditarik ke bawah dan hanya seluar dalam yang tinggal. Aku cuba tarik turun pantiesnya tapi Zana mengepit kuat tidak membenarkan aku berbuat demikian, aku menyelok masuk tangan ke dalam pantiesnya dan mula menguis-nguis bulu pantat serta biji kelentitnya, lama-lama Zana kalah juga lalu membiarkan tanganku bebas menggentel biji kelentitnya serta melurut alor cipapnya yang dah berair banyak, aku tak memberi peluang lalu pantiesnya ku sentap turun hingga ke tumit kakinya lalu Zana menguisnya jatuh. Dara manis 17 ni dah telanjang bulat dengan cipapnya dah terdedah tapi kakinya masih merapat, tundunnya agak tembam juga serta ditumbuhi bulu yang dah mula kasar agak lebat hingga menutupi bahagian atas labia majoranya. Biji kelentit Zana dah memerah bahana kena gentel, aku menguak kakinya dengan keras agar ia mengangkang lalu ku sembam mukaku ke cipapnya aku jilat, nyonyot, sedut, gigit malah ku kemam pantat dara manis ni sehingga ia mengerang kesedapan, habis rambutku ditarik-tariknya.

Aku tak pasti macamana tapi aku rasa seluar dalamku ditarik turun dan tak lama batang koteku terasa dihisap orang, mulanya aku heran juga sebab aku belum 69 dengan Zana jadi macamana dia boleh hisap koteku. Bila aku mengangkat kepala aku lihat Bib sudah telanjang bulat dengan mulutnya penuh berisi batang koteku. Sebelah tanganku meraba-raba cipap Bib yang dah mula berair, Zana terkejut bila menyedari kakak iparnya turut serta tapi Bib cepat-cepat memberi isyarat agar dia diam lalu membiarkan sahaja apa yang sedang dialaminya. Mulut Bib kini menghisap tetek Zana sambil tangannya mengusap manja rambut adik iparnya dalam keadaan merangkak, melihat situasi berkenaan aku mendatangi Bib dari belakang dan terus memasukkan batang koteku ke dalam pantatnya hingga santak habis. Dia tersenggut menahan asakanku dan Zana terbeliak matanya bila melihat cipap kakak iparnya kena tojah dengan cikgunya. Aku terus memainkan pantat Bib secara doggie sambil sebelah tanganku terus menggentel biji kelentit Zana. Setelah agak lama Bib memberi isyarat agar aku mencabut keluar dan menghalakannya ke arah cipap Zana pula, Zana kelihatan agak cemas bila merasakan kepala koteku mula menyentuh bibir pantatnya, aku membuka kakinya agar mengangkang lebih luas sambil Bib memegang kedua-dua tangannya, aku membuka bibir pantatnya dengan jari lalu meletakkan kepala koteku pada alornya yang dah terbuka sikit lalu menekan masuk perlahan-lahan, ku ulangi berkali-kali sehingga ia dapat terbenam pada benteng daranya dan ku biarkan bagi membolehkan cipap Zana menerima kehadiran batang koteku. Tiba-tiba Zana bersuara….tak mahu buat lagi….takut….kote cikgu besaq dan panjang nanti koyak burit zana….tolong kak Bib jangan teruskan….jangan biaq cikgu tutuh burit Zana. Aku mencium semula bibir Zana sambil Bib membisikkan sesuatu ke telinga Zana, aku menarik keluar koteku memasukkannya semula dan memandang muka Bib, ia memberi isyarat tanda ok lalu aku menarik nafas dengan sekali huja aku tekan sekuat yang mungkin ke dalam pantat si Zana, berderut-derut kepala koteku menyelinap masuk membelah kulipis dara Zana hingga setegah batang koteku dah terbenam dalam pantatnya. Zana menggelupur untuk melepaskan diri tapi Bib dengan cepat memegang kedua-dua tangannya sambil aku memegang kuat pehanya, ia menjerit menahan kesakitan bila daranya terpokah, aku menarik keluar koteku lalu sekali lagi aku membenamkan masuk, aku tarik keluar dan ku benamkan sekali lagi hingga santak ke pangkal rahim tak boleh masuk lagi, Zana dah berhenti meronta dengan mulutnya terlopong mengambil nafas, air matanya meleleh turun membasahi pipinya yang gebu, cipapnya juga berdarah lalu ku palit sedikit di keningnya. Batang koteku dah terbenam dalam pantatnya lalu ku biarkan ianya terendam aku menantikan reaksi Zana, perlahan-lahan cipapnya mula memberi respon dengan mengemut-ngemut kecil batang koteku, aku menarik keluar batang kote tapi sebaik sahaja sampai ke hujung ku benamkan semula berulang-ulang kali, bila ku rasakan dinding farajnya mula bertindak aku terus memainkannya seperti biasa menyorong tarik perlahan kemudian bertambah laju hingga terdengik-dengik dia menahan tojahan demi tojahan.

Bib juga dah melepaskan tangan Zana lalu membiarkannya memeluk badanku, aku membengkokkan sedikit kedua-dua kakinya lalu membawanya ke dada, Bib mengambil sebiji bantal lalu mengalas punggung Zana ini menjadikan bahagian cipapnya tersembul naik dah menambahkan kelazatan buat kami berdua….kalau tadi sakit yang diucapkan….kini sedap pula yang dikatakannya berulang-ulang kali sambil macam bersiul nafasnya keluar masuk. Aku terus menggodek dan membedal cukup-cukup cipap muda milik manis 17 tu hingga tiba-tiba keseluruhan badannya kejang ia memelukku dengan kuat lalu ku lepaskan kakinya bagi membolehkan ia mengapit punggungku, dinding farajnya mengemut dengan kuat batang koteku berulang-ulang kali sementara nafasnya tersekat-sekat, aku membiarkan sahaja Zana berbuat demikian maklumlah ini klimaksnya yang pertama jadi biarlah ia enjoy sepenuhnya nikmat senggama sulungnya. Kemutan dan kepitannya yang kuat itu membuatkan aku hampir-hampir memancutkan air maniku tapi terpaksa ku tahan bimbang kalau ia mungkin mengandung nanti kecualilah kalau aku mengetahui statusnya pada hari itu. Sebaik sahaja Zana mula tenang dan kemutan cipapnya tiada lagi aku cepat-cepat mencabut keluar lalu….aku meradak pula pantat Bib bertalu-talu dengan laju untuk menyegerakan gesaan memancut yang bertumpu di pangkal koteku, agar pancutan dapat ku segerakan….tolong Bib aku dah tak tahan nak memancut keluar, Bib cepat-cepat memegang batang koteku lalu mengulumnya serentak dengan itu air maniku mencerat keluar memenuhi mulut Bib, sebahagiannya terus ke rengkong lalu ditelannya, aku menarik keluar lalu membawa ke mulut Zana pula ia hanya berani membuka mulutnya tapi takut untuk mengulum lalu saki baki air maniku tumpah atas lidahnya, Bib meminta ia menelan jangan buang keluar dia akhirnya mengulum juga batang koteku lalu pancutan kecil air maniku yang akhir jatuh jauh di pangkal rengkongnya terus ditelannya. Barulah lega rasanya bila dapat memancutkan air mani dalam rongga (tak kiralah rongga mana asal jangan terbuang ke udara).

Bib membersihkan pantat Zana yang berdarah sambil bercakap hal-hal yang berkaitan dengan alat kelamin mereka, aku bertanya Zana hari itu hari keberapa kitaran haidnya kalau tak salah hari ke 13 atau 14 jawabnya….fuh nasib baik…. kalau pancut kat dalam tadi alamat tunggulah jawabnya kalau tak buncit kira betuah tak menjadi tapi kalau ikutkan hingga hari ini waktu subur kalau aku pancut jawabnya lekat. Selepas anak-anaknya tidur kami beraksi lagi dan kali ini si Zana dah tak banyak karenah lagi cuma yang tak sedapnya aku tak dapat nak pancut kat siapapun sebab Zana tengah subur Bib pula tak ketahuan lagi sebab haidnya belum turun tapi kalau pancut boleh lekat juga tak caya tanya kat depa yang baru beranak sulung tak lama bini depa buncit semula pasai haid tak mai ingatkan safe pancut-pancut lekat pulak, aku sarankan kat hangpa yang baru beranak sulung kalau menenggek tu jangan pancut kat dalam lagi atau kalau hangpa boleh tahan tunggu sampai kitran haid bini hangpa kembali normal (mahu makan 100 hari atau lebih selepas bersalin – mahu lebam kepala kote menahan) baru boleh pancut kat dalam taklah anak sulung dengan kedua tu bila besar nanti macam kembar saja sebab selang setahun sahaja.
Berbalik cerita aku, Zana dan Bib hari itu beround-round lagi kami main dan untuk membalas jasa baik aku Bib dengan rela hati membenarkan aku menojah lubang duburnya agar aku dapat memancutkan air maniku di situ malah ia juga membimbing Zana membiarkan aku menikam lubang duburnya buat pertama kali walaupun perit rasanya wadah kali pertama tapi Zana membiarkan juga aku memokah lubang duburnya yang ketat itu dan menjelang sore kedua-dua lubang dubur mereka merasa juga siraman air maniku. Kami berhenti menjelang minum petang, membersihkan diri, mengemaskan apa yang patut dan aku lihat kedua-duanya bersolek sakan menanti kepulangan abang Matsom. Aku turut menantinya di ruang depan rumah, menjelang senja abang Matsom sampai membawa tiga ekor burung ayam-ayam jantan yang dah siap berbuang bulu serta bersalai tinggal potong dan tumiskan dalam periuk sahaja. Malam itu kami puas makan gulai daging burung ayam-ayam yang lemak serta lazat itu malah di hujung minggu itu aku benar-benar puas makan daging berpeha-peha daging kak Bib dan daging Zana ku tibai, naik nyeri rasanya koteku bila berjalan.

http://hebatpower.com/blog/

Madu Yang Dahaga

Madu Yang Dahaga

Hazlina adalah isteri ketiga Dato Hafiz, seorang peniaga yg boleh dikatakan sebagai seorang jutawan jugalah. Hasil kekayaan suaminya boleh membahagiakan sesiapa juga yg menjadi isterinya atau yang menjadi perempuan simpanannya dari segi material dan dari Az (nama timangan Hazlina) aku dapat tau bahawa suaminya sudah pon berkahwin empat… yg terbaru bernama Nurafikah. Berumur dalam lingkungan 23 tahun. .Sejak Dato Hafiz dapat bini baru ni dia dah jarang-jarang balik ke rumah bini no 1, 2 dan 3. Almaklumlahhhhh dapat barang baru katakannnn. Mana tidak nya… mestilah nak gomol setiap hari kan.

Berbalik pada Hazlina tadi… dia ni orangnya memang cantik. Putih melepak ngalahkan kulit orang cina. Ntah dari keturunan mana datang nya aku pon tak tau lah… Body…..? Jangan cakaplah. Mengancam abisss… Kalau tak masakan si Dato Hafiz boleh terpikat. Bersama Dato Hafiz Az mendapat seorang cahaya mata lelaki yang berumur 2 tahun setengah.
Comel cam mak dia jugak.. taklah mengikut macam bapak dia yg tak ensem mananya.

Aku kenal Az ni taklah rapat sangat. Kenal kenal gitu jek sebab kami mendiami pada deretan rumah yang sama. Cuma lat dua rumah jek antara satu sama lain. Aku kenal Az ni pon melalui bini aku yang memang cukup kenal dengan dia sebab dia orang bekerja satu bangunan tetapi berlainan pejabat. Az sering jugak datang kat rumah aku kalau dia ada masa lapang. Orang pompuan ler katekannnn… Kalau tak ada kerja berceloteh jek laaa kerja dia.

Dipendekkan cerita, satu malam tu sedang aku membaca surat khabar, lebih kurang dlm pukul 9.30 lah. Tiba-tiba telepon berbunyi. Bini aku yg angkat. Ntah apa yg dia bualkan pon aku tak tau lah. Aku ni jenis yg tak ambil kisah sangat. Lepas letak ganggang telepon, bini aku pon cakap yang Hazlina mintak aku tolong baik TV kat rumah dia. Katanya power tak masok. Aku agak mesti bini aku yg kasik tau yang aku ni boleh repair barang ² electrical nih. “Hantar kat kedai ajek laaa esok” kata aku. Malas aku nak melayan. “Alah bang,tengok-tengok lah mana yang patut kejap malam niii, sian kat dia tu. Dah lah suami jarang balik rumah” kata bini aku sambil tersenyum. “Iyerlah iyerlah” bentak aku. Lalu terus masok bilik ambil tool beg aku yg sememang nya sentiasa berada dalam bilik aku kalau aku tak bawak dalam kereta.

Lebih kurang 5 minit aku sampai rumah Hazlina. Loceng aku petik. Selang beberapa saat, pintu rumah dibuka. Uuhhhh…!!! berderau darah aku. Mana tak nya… Baju tidur yang dia pakai tu perghhhh….!!! Cukup telus macam orang tak pakai baju lagak nya. Perasan dengan kekakuan aku. Az pon menegur “minta maaflah.. Tak sempat nak salin baju tadi” lalu terus menjemput aku masok. Aku tak cakap apa² hanya tersenyum jek. “Emmm kat mana TV” tanya aku. “Ada kat atas” balas Az sambil menggunci semula pintu depan.Az jalan menaiki tangga dan aku ikut dari belakang.

Sambil menapak menaiki tangga, aku melihat kemontokan bontot Az yg ku kira potongan badannya menggalahkan ratu Malaysia 32-24-33 rasa aku lahhh. Tiap kali kaki kanan dan kirinya menapak tiap kali itu lah bontot kiri dan kanan bergegar atas bawah. Nafsu aku dah mula memberahi. Dalam hati aku ni…. tak ush cakaplah. Perghhh….!! kalau aku dapat ramasss teruk aku kerjakan. Seluar dalam warna kuning lembut pulak tu menipis jek lagi menambahkan kebangkitan nafsu syawat aku. Batang pelir aku dah mula tak menentu. Dah mula nak menjalar dan mengembangkan kepalanya. Dalam situasi macam ni aku rasa malam ni harus gugur iman aku.

“Farid mana?” tanya aku memecahkan suasana. “Dah tidur tadiii” jawab Az sambil menoleh kepada aku. “Ooooo… Dato pulak?” soal aku lagi “dah jarang balik ke sini sejak dapat bini muda nii. Iyalahh dapat bini muda katakan Izalllll” kata Az separuh menggeluh dengan perangai suaminya. Izal kependekan nama aku dari Riza. “Bulan ni jek baru 2 kali balik. Bulan lepas cuma sekali” sambung Az sambil membuka pintu bilik tidurnya.

Bila masok jek, aku tengok macam bilik penggantin hiasannya. Cantik dan berbau wangi. Peralatan serba serbi tersusun dengan cukup teratur. Aku terus ke TV. Az pergi ke lemari soleknya. Sesekali aku curi-curi pandang tubuh Az yang menggiurkan tu. Bergedup aku telan air lior. Aku betulkan posisi butuh aku menaik ke pusat agar tak ketara nampak kekerasannya. Sedang aku baiki TV, Az tetiba ambil kerusi dan duduk sebelah aku, gamam sekajap aku rasa. Mana taknya bau diaaaa masyaallahhhh…… Bukan main wangi lagi… Macam nak tersumbat idong aku.

“Izal!” Az meminta perhatian aku. “Ermm” jawab aku. “Tanya skit boleh tak?” Az menyambung lagi. “Apa dia” balas aku. “U bahagia dengan wife u?” tanya Az lagi. “Yup. Kenapa?” soal aku balik. “Tak adalah… Cuma tanya jek” Az perjelaskan. “Kalau I mintak tolong dengan u boleh tak?” Az menyambung lagi. “Nak tolong apa…… Kan I dah tolong baiki TV ni” kata aku.

“Alaaaa.. u pon taukan …. yg suami I jarang balik rumah lagi”. Sesungguhnya saperti aku dah dapat menangkap apa kemahuan Az malam ni. “Apa maksud u?” saja aku buat² tak faham. “Iskhhh u niii… Takkan tak faham kottt” balas Az sambil merapatkan lagi kedudukan dia dengan aku.(http://lan-cerita18sx.blogspot.com)

Bergemuruh dada aku bila buah dada kiri Az menyentuh bahu kanan aku. Aku hilang pedoman dan pertimbangan. Konek aku yg dari tadi mengeras menambahkan kekerasannya. Memang aku ni jenis kuat sex. Pantang tengok pompuan yg bontot bulat dan buah dada besar, butuh aku akan terus aktif.

“Kang Dato balik mamposs aku Az” kata aku. “Tak adalah Izal… Dato kalau nak balik pukul 8 tadi dia dah sampai. Biasanya macam tu lah” terang Az pada aku. Aku diam. Az meletakkan dagunya atas bahu kanan aku lalu menjilat-jilat lembut cuping telinga aku. Aku dah mula naik sasau. Cord volt meter yg aku pegang dah tak aktif lagi utk mencari kerosakan TV tu.

Fikiran aku dah tak menentu. Aku dah tak dapat membedzakan yg mana baik dan yg mana buruk. Aku memusingkan badan lalu memeluk tubuh Az. Aku rangkul serapat-rapatnya ke tubuh aku dan aku dapat rasakan kehangatan tubuh Az yg tak saperti memakai baju tu. Aku cakup bibir yg sedikit kemerah-merahan. Seketika lidah kami saling bermain-main antara satu sama lain. Aku kemudian menyonyot lidah Az dan seketika pula Az pulak menyonyot lidah aku.

Fuhhh…!! Sedapnya jangan cakaplah. Lebih pada tu aku isap air lior yg kat lidah Az. Aku dah tak kira lagi, sejak naik tangga tadi aku memang dah geram dengan tubuh Az ni. Kini aku dapat lepaskan geram aku tu… Memang aku kalau main sex ni gila-gila skit. Nafsu aku memang kuat. Maklum lahhhh aku ni berketurunan Arab skit.

Hampir tujuh minit kami berkucupan. Akhirnya kami pindah ke atas katil… Lapangan yang lebih selesa lagi utk berjuang. Atas katil kami menyambung berkucupan.Tangan kanan aku merayau mencari gunung pejal. Aku meramas-ramas tetek Az… “Urghhh….!!!” Az mengerang skit bila aku menggentil puting tetek dia setelah colinya aku lurutkan ke bawah. Kiri kanan aku kerjakan puting tetek tu. Dan aku dapat rasakan semakin lama semakin keras puting tu.

Tangan aku mula menjalar menghala ke bawah dan tiba ke mahkota idaman setiap lelaki. Aku gosok² lembut tundun pantat Az… Perghhh….!!! tembam giler kooo… Aku urut lurah pantat. Az mengangkang lebih luas sikit. Badannya bergerak ke kiri dan kanan. Kemudian Az bangun. Dia membuka pakaian tidurnya yg nipis tu beserta colinya skali. Yg tinggal hanya seluar dalam jek. Dalam masa yg sama aku membuka T-shirt dan seluar jean yg aku pakai.

Masa datang tadi memang aku tak pakai seluar dalam. Biasaÿnya sebelahÿ malam aku jarang pakai seluar dalam kalau kat rumah. “Az biasa blow job tak” tanya aku. “Tak pernah buat, tapi tengok dalam blue film adalah” jawab Az..”Nak mencuba?”aku tanya lagi. “Why not… Tak susah kan?” kata Az lalu menundukkan kepalanya menuju ke batang aku.

Tanpa buang masa Az pon mengulum butuh aku yg panjangnya hampir 6½ inci dan besar saperti terung bujang. Terketar lutut aku bila kepala butuh aku kena nyonyot… Gelinya bukan main lagi… Sambil aku menahan rasa geli, kedua tangan aku meramas kedua-dua buah dada Az yg sememangnya cukup mengkal dan putih melepak tu.

“Arghhhh….!!! Arghhhh….!!” aku mengerang. Hampir kejung tubuh aku bila Az memasokkan keseluruhan butuh aku dalam mulut dan menarik ke atas… Rasa macam nak terpancut pon ada. Tapi aku masih dapat bertahan. Tangan aku menjalar ke bontot Az. Seluar dalam aku lurutkan ke paras peha. Aku gosok lubang jubur dan luruh pantat. Aku lihat bontot Az terangkat-rangkat… “Erhhh erhhhh….!!” tu jek yg keluar dari mulut Az. Mungkin menahan geli agaknya.

Sesekali aku jolok lubang puki Az dengan jari hantu aku. Air puki dah ada berlendir kuar… Air yg melekat kat jari aku tu aku sapukan kat lubang jubur sÿupaya liÿcin sikit. Aku masokkan jari aku pelahan-lahan dalam jubur Az.. Az mengemut jari aku. Aku sorong tarik sorong tarik tapi aku tak masokkan dalam sangat cuma 1 inci jek. Seruas jari laaa…. Kemudian Az bangun menanggalkan seluar dalamnya terus lalu baring atas katil.

Dada aku begitu kencang berkocak bila melihat seluruh tubuh Az yg putih gebu melepak. Aku mengangkat kedua lutut Az ke atas dan sedikit mengangkang. Aku sembamkan muka aku ke pantat Az yg tembam tu…. Mula² aku jilat kat tundun… Lepas tu turun skit sampai ke luruh pantat. Bila aku jilat jek bibir lurah tu, secara automatik punggung Az terangkat siap dengan mengerang skali. “Arghhh arghhh arghhhhh….!!!”. Kemudian aku bukak bibir pantat. Aku jilat dengan rakusnya… “Urghh uurghhhh….!! ……. Sedapnyaaa Izallll” antara keluar dengan tidak jek ayat tu dari Az. Aku masokkan lidah aku dalam lubang pantat. Aku kisar dekat dalam… Air yg keluar jangan cakap lah bukan main banyak lagi. Walau pon rasa payau² sikit tapi aku irut abiss… Memang sedap bebbbb..

“Arrkkkkkkkk!!” tetiba Az menjerit kecil bila aku gigit biji kelentit dia. Aku jilat aku gigit… Aku jilat aku gigit… Butuh aku dah membasahkan cadar katil dengan air mani. “Zal plz fuck me… I dah tak tahan ni” pinta Az. Aku saja jek buat tak tau. Aku terus menjilat puki Az.. Aku rasa aku belom puas lagi. Memang menjilat ni favourite aku. Selagi aku tak puas aku tak berenti menjilat. “Izallllll plzzzzzz…. plzzzzz fuck me… plzzz fuck me izallll.. i cant defend any more” kata Az dengan begitu manja. Aku pon bangun melutut. Batang butuh aku yg begitu menegang aku geselkan pada biji kelentit Az. “Oohhhhhh….!!! Masokkan izal..now plzzz” teriak Az.

Aku ketuk²an batang butuh aku dua tiga kali kat tundun. Kemudian aku letakkan betol² pada lubang pantat. Kini butuh aku dah bersedia nak menjunam ke lubang pantat Az. Aku perbetolkan posisi aku agar lebih selesa lagi bila aku nak pantak pantat Az. “Zzupppp……!!!” dengan sekali henjut jek batang butuh aku dah separuh masok. “Oohhhh……!!!” kedengaran dari suara Az menggeluh. Dalam satu masa dia mengepitkan kedua-dua pehanya. Ini menyebabkan kemasokan batang aku yg separuh lagi jadi terencat.

“Kenapa Az kepit?” tanya aku. “Besar sangat Izal… Kena slow² sikit lahhh” kata Az. “Ok I make it slowly” jawab aku.… Az bukak semula kangkang dia dan aku mula tekan pelahan lahan sampai santak ke bibir pantat. Aku meniarap atas badan Az tapi disokong denganÿ kedua-dua siku aku agar tak terlalu membebankan Az. Aku mula sorong tarik batang aku in and out. “Izal…… Yours too big n long .. Not like my husband” tiba² Az berbisik kat telinga aku. Aku hanya tersenyum jek……

Punggung aku masih lagi menggepam. Kali ni lebih laju skit sebab aku rasa ada skit kelicinan pada lubang puki Az. Mungkin air dia dah banyak keluar agaknya sebab aku rasa bulu² konek aku dah basah berlendir lendir dan melekit-lekit. Dah puas cara meniarap, aku pusingkan Az buat cara doggy pulak. Az tak membantah. Dia angkat punggung menaik tinggi skit. Sebelom aku cocok pantat dia,.aku jilat dulu lendir² yg ada kat lurah pantat tu. Lubang² jubur pon aku jilat jugak……

Aku sendiri heran macam mana geram aku boleh melebih bila main dengan Az ni. Sedangkan dengan bini aku pon aku tak jilat lubang jubur dia. Mungkin disebabkan keputihan kulit Az berbanding bini aku yg menyebabkan berahi aku menggila. Ahhh….!!! tak kisah lah tu semua. Janji aku dapat lepaskan geram aku tuh…

Tak lama aku jilat jubur, aku pon masokkan batang aku dari belakang. Fuhhhh….!!! ketat bebbb main ikut belakang niii. Namun aku dapat juga masokkan seluruh batang dalam pantat Az.. Macam bergigi gigi aku rasa. Itu yg menambahkan rasa ngilu lagi kepala butuh aku. “Aaahhhh aaahhhhh….!!! Sedap zalllll… Push lagi zalll… Push it as deep as u can” pinta Az. Ermmm….!! Nampaknya dia dah boleh tahan dengan kebesaran batang aku nih. Aku fikir aku nak lebih mengganas lagi… Aku pon hayun dengan lebih laju lagi sampai berbunyi cuppp cuppp cuppp….!!! Peha aku belaga dengan punggung Az… Aku tengok Az meramas tetek kanannya… Semakin membengkaklah tetek tu….

Kemudian kami bertukar posisi. Aku menelentang pulak dan Az naik di atas aku. Az pegang batang aku dengan tangan kiri dan memasokkan dalam lubang pantat dia. Diturunkan punggungnya perlahan-lahan sehingga tenggelam keseluruhan batang sakti aku. Kini tiba pulak giliran aku utk berehat dan Az pula yg memainkan peranan sebagai juragan melayari bahtera.

Aku rasa macam nak terpancut bila Az menggelekkan bontotnya. Cepat² aku tahan peha dia. Az ketawa kecil. “Kenapa Izal… Geli sangat ke?” Az bertanya. “A’ah… I takut terpancutlah… I tak puas lagi ni… U jangan hayun laju sangat laa” kata aku. Az tersenyum manja sambil aku meramas dan menggentil puting tetek. Az terus memainkan peranan dia. Kali ni dia menolak kedepan dan kebelakang kemudian menghenjut ke atas ke bawah. Puki dia semakin berlendir kerana banyak sangat menggeluarkan air. Entah berapa kali dia capai climax aku pon tak tau lah….

Dalam pada tu aku tanya Az samada dia pernah main ikut lobang bontot. Katanya tak pernah. Aku cakap aku pon tak pernah buat jugak. Aku cakap kat Az “I like to try it…… How about u ?” tanya aku. “Maybe we can do it next time” kata Az. “Yes…… Next time we should make it” balas aku.

Kami bertukar posisi lagi. Kali ni style 69. Az mengisap batang butuh aku dan aku menjilat pantat Az lagi. “Zruppp zruppp zruppp…..!!!” Abis idong² aku naik basah dek air puki Az. Bontot aku terangkat bila Az lancapkan sikit butuh aku kemudian dia kulum semula.

Sedang kami tengah syok memantat tiba-tiba telepon berbunyi. Az angkat telepon lalu bercakap. Lepas tu bagi kat aku. Bini aku katanya. Kacau betol bini aku nih… potong stim jek…. Bukan apa,dia cuma tanya tak siap lagi ke repair TV tu. So aku cakap lambat lagi sebab banyak rosak. Aku mintak dia jangan lock pintu depan kalau dia dah nak tidur.

Lepas aku letak ganggang aku tengok Az ketawa terkekeh-kekeh. Aku tanya kenapa ketawa ? Dia kata dia geli hati dengar jawapan aku tadi… “TV banyak rosak”. Aku pon ikut ketawa jugak aaa. Kami teruskan persetubuhan haram kami… style 69 kami buat semula…. lebih kurang 10 minit.

Air puki Az aku jilat selagi ada. Lubang burit dia aku jolok dengan lidah dalam². Sesekali aku gigit biji kelentit dan aku tarik² dengan gigi. Kelentit dah membengkak dan memanjang. Aku rasa ngilu yg teramat bila Az menjilat-jilat kepala takuk aku. Air mazi yg dah banyak keluar abis Az jilat.

Kami kemudian bertukar lagi style main. Kali ni Az duduk mengiring, posisi yg paling aku suka sekali. Kaki kanan Az melurus sedikit dan kaki kiri melipat ke paras pusat dia. Aku masok di antara kedua kangkang kaki. Aku lihat bibir pantat Az menyempul keluar. Fuhhhhh……!!! Kenkadang aku rasa macam nak gigit bibir pantat tu sampai koyak. Memang aku ni menggila betol kali ni tapi tak sampai hati pulak nak buat macam tu.

Aku sapukan batang aku dengan air lior sikit kemudian aku sodok perlahan-lahan. Memang style ni susah sikit nak masok sebab kedua-dua belah punggung berkepit. Tapi yg tu yg paling best bagi aku. Sekeliling dalam puki merapat ke batang butuh. Mana tak sedapnya bebbbb….. ko orang try lah style ni. Aku cop jari gerenti best giler punya.

Plan-plan aku sodok burit Az..mula² tu tak boleh nak masok so aku angkat skit peha kanan biar lubang puki tu terbukak skit. Lepas tu aku sondol sekuat kederat batang aku. Barulah masok…. “Uuhhhhhhh…!!! arhhhhhh….!!!” menggerang Az bila batang aku dah penuh ke dalam. Aku cakap kat Az yg style ni paling aku suka. Dia cakap dia jugak rasa paling sedap main style nih.

Aku pon sorong tarik batang aku. Ngilu kepala butuh aku jangan cakap lah. “Zal..make it harder plz…Laju lagi..laju lagi” pinta Az. Aku pun terjah dengan lebih ganas. Sampai ke pangkal konek aku masokkan. Kalau lah boleh dengan batu² pelir sekali aku nak masokkan. Punya lah sedapnya…. Semakin lama semakin laju aku sondol puki Az.. Peha² aku dah basah dengan air puki…… Rasa melekit lekit….

Lebih kurang 8 minit aku menyondol puki Az. Aku dengar Az mintak lebih laju dan kuat sebab dia dah nak keluar air. Aku pon tambahkan power sondolan aku. “Cuppp cupppp cupppp….!!!! Arghhhh arghhhhh…!!! I’m coming… I’m coming Izalll” teriak Az lagi “aaahhhhhhhhhh…..!!!!!!” Aku rasa dalam pantat Az penuh berair….. macam perigi. Separuh darinya meleleh keluar bila aku tarik batang aku. Aku dah naik menggila…

Aku tarik keluar batang aku. Aku jolok dua jari aku dalam lubang puki Az. Aku pusing²kan jari tu. Bila aku rasa kedua dua jari dah basah, aku tarik keluar dan terus masokkan dalam mulut aku. Dan aku isap jilat sampai licin air yg dekat jari aku tuh. Butuh aku masokkan semula dalam lubang puki Az..

Kali ni aku betol² henjut dengan laju dan ganas. Aku dah tak tahan lagi geram. Aku dah sampai climax… Aku rangkul tengkok Az sampai membongkok dia. Aku cium mulut… Aku kulum lidah dia. Sambil itu bontot aku semakin ligat mengepam puki Az. “Urghhhhhhhhhh…..!!!! uurghhhhhhhhh…….!!!!! “. Kaki aku kejang… Bontot aku kaku. Aku pantak padat ke pantat Az. Lidah Az aku gigit ….

“Aarrghhhhhhhhhh……!!!”. Maka terpancutlah air sulbi aku dalam telaga pantat Az. Tiga empat kali pancut… bukan main banyak lagi. Rupanya jika berahi meningkat ke tahap tinggi, air yg keluar cukup banyak. Aku terkulai seketika atas badan Az. Dah lama aku tak rasa pancutan dan kenikmatan yg macam nih. Dengan bini aku maklumlah dah selalu sangat. Jadi kick dia tentulah kurang sikit kan… Seskali dapat barang yg lain memang kawwwww… Ko orang pun patut try gak…… Kalo tak rugi beso le……..

“Az…… Macam mana u rasa main dengan I?” tanya aku. “You are soooo good…I’ve never having sex like this before…… even with my husband” jawab Az.. “Why…… husband u tak pandai main ke?” aku mengusik. “Pandai main apa… asik meniarap atas I jek. Satu style sampai keluar air. Tak lama pulak tu……… 10 minit tak sampai” balas Az…

“Izal… Can we make it again ?” tanya Az. “Well…… Bergantung pada keadaan”jawab aku. “Pleaase Izallll…….. I rasa cukup puas main dengan u. I tak pernah rasa macam ni sebelumnya. Izal plzzzz……… boleh kannn kannnn” pujuk Az dengan nada yg teramat manja sambil mencium pipi aku. “Macam I cakap tadi lah, bergantung pada keadaan. U kan tau I ni dah ada isteri. So I kena jaga jugak tu. Kalau pecah lubang nanti…….. lintang pukang pulak rumah tangga I” terang aku pada Az.

“O.K… tapi u cuba²lah cari masa utk I yerr. Tentang husband I tu u jangan risau. Pandai²lah I adjust nanti……… just if have time, give me a call” pinta Az. “Ok I’ll try. But don’t forget……… i need your asshole next time” kata aku. Az hanya menggangukkan kepala jek tanda setuju.

Sebelum aku balik..aku berkucup dulu puas² dengan Az. Kami tak tau berapa lama kami main, tapi aku agak dalam 1jam lebih sikit. Sebab aku tengok jam dekat dinding dah menunjukkan pukul 11.30 malam. Aku beredar dari rumah Az dengan TV tak siap dibaiki. Sampai rumah, aku tengok bini dengan anak aku dah tidur. Aku pon apa lagi terus bedebum atas katil pasal keletihan sangat.

Itulah pengalaman aku main dengan bini orang. Isteri yg tak puas dengan suami dan keimanan yg gugur oleh kecantikan dan pujukkan manusia yg bernama wanita. Memang power wanita nih. Tak kira apa status pon wanita tersebut. Nafsu sering mengatasi segala-galanya…. Aku tewasssssssssssssssss.

Saperti yg aku janji, kini aku paparkan mainan aku dengan Az dalam adegan seks bontot. Tapi kali nie aku gunekan ejaan bahase mengikut bunyi sebutan harian sebab aku rase lebih seronok. Lagipon sebutan harian org² melayu kebanyakannye tidak mengikut ejaan kecuali 80% bagi org² utare. So tak jadik masalah kannn..

Selepas malam yang penuh dengan kelazatan bersame Az, hampir seminggu aku tak bersua muke dengan dia. Bukannye apeee, cume aku kene outstation ke J.B pade lusenye. So memang tak sempat bejumpe. Kini selepas seminggu kat JB, aku balik semule ke Pahang psal ade skit hal keluarge yg perlu aku selesaikan.

Aku belepas dari JB kol 2 pagi Sabtu tu dan sampai umah kol 8.15 pagi. Aku taklah bawak kete laju sangat sebab sensorang. Takde teman ngantok kang susah pulak. Umah aku biase laaa bekunci sebab bini aku gi keje dan anak aku plak sekolah tadika. Aku terus naik atas rest kejap kemudian gi mandi. Mase tengah mandi aku terdengar bunyi deringan telepon. “Iskhhh bini aku gaknye” pk otak aku sebab dia tau aku nak balik ari nie. Aku biarkan ajek deringan tu sebab aku nak sudahkan mandi. Telepon senyap, tak sampai seminit bunyi lagi. “Ahhhh…!! kacau tol laaa” bentak ati aku

Tapi aku te pk plak kot² ade mustahak dari bini aku. So begegas aku kuar dengan betelanjang bogel aku gi angkat telepon. “Hai Izalll….. how r u?… Wahh! sampai ati tak phone I yg u nak balik yeee… Takpe lahhhh” bunyi suare Datin Hazlina dengan penuh manje seperti org merajuk. Huhhh!!! teperanjat jugak aku. Mane taknye. Yang telepon tuh bukannye bini aku tapi Datin Hazlina. Macam mane dia tau aku balik nih ? Oooo.. agaknye dia perasan kete aku ade kat luar tuh.

“Oh Azzz… I m fine Az” balas aku. Aku katekan Az yg telepon aku sebab aku tau takde org lain yg panggil aku Izal melainkan Datin Hazlina jek. “Bukannye ape Az.. I balik nie pon emergency jek nie sebab ade urusan skit nak diselesaikan kat sini. And tomorrow I’ve to be back to JB” kate aku.

“Eh! cepatnye u nak balik ke JB” Az bertanya. “I sebenanye kene two weeks kat sane” jawab aku pulak. “Az! call me back around five minute boleh? Sebetulnye I tengah mandi nie. Kelam kabut I angkat phone bile bunyi secound time, with nothing wrap up my body” kate aku. “O yaaaa… ehehehe” tegelak Az bile dengar ape aku cakap tadik “Ok ok.. go aheah.. I’ll call u later” sambung Az sambil terus ketawe dan meletakkan telepon.

Aku terus masok ke bilik air semule. Mood aku nak berendam lame skit dah ilang. So aku just besiram ngan air pancut dua tige minit jek pastu aku lap. Hampir nak selesai aku pakai baju… telepon bunyi lagi. Aku pon angkat. “Hellooo…dah selesai keeee?” tanya Az. “Dahhhh” jawab aku. “Rugilah I takde kat situ tadi” jelas Az. “Nape pulak?” balas aku. “Takde laa… Kalau I ade kan bagusss” jawab Az lagi. “Iskhh u nie.. Nikan rumah I, tak pasal² naya jek kang” kate aku sambil mendengar Az ketawe terkekel-kekel dalam telepon.

“How about tonight?” Az memberi cadangan.. “I rase tak bolehlah Az” jawab ku. “Ialahhhh.. u mesti nak main dengan wife u kan.. Dah seminggu tak keneee” balas Az. Aku hanye ketawe kecil. Sebeno nye dalam ati memang aku nak sangat main dengan Az malam nih tapi ape boleh buat… bini ade.

“Izal…kalau I nak ikut u ke JB boleh tak?.. Itu pon kalau u sudi nak bawak I laaa” tanye Az. Aku termanggu sekejap. Sangke aku Az memain jek. “No problem” jawab aku. “I serious nie u tauuu”. Iskhhh sudahhh… Macam mane niee..? pk aku. ” Husban ngan anak u macam mane?” tanye aku lagi. “Husban I pegi oversea , urusan business dia laa.. Next month baru balik dan anak I antar rumah nenek dia utk beberape ari. Takde masalah semua”

“Leave me your phone number. Nanti I contact u balik” kate aku. Memang benar² tak tau no telepon Az sebab aku memang tak penah amik tau. Kami brenti di situ jek selepas Az memberikan no telepon dia. Aku terus selesaikan pakaian aku dan terus kuar utk ke pejabat tanah. Dalam kete aku terus ber pk mengenai tawaran Az nak ikut aku ke JB. Sebab kat JB tu aku numpang umah kawan aku. So kalo Az ikut kat mane plak aku nak letak. Takkan nak dok sekali. Kang amende plak bini kawan aku cakap sebab dia pon dah tau yg aku ni dah ade bini ngan anak. Nak tido kat hotel… silap² gaye kene tangkap. Mamposss aku… Iskhhh susah gak niee.

Setelah selesai semua urusan di pejabat tanah, aku terus ke kedai makan. Hampir tengahari jugak aaa. Sambil makan aku call Az. Kami berbual panjang mengenai rancangan Az nak ke JB dan tempat tinggal nanti. Az menyatekan yg tempat tinggal tak jadi masalah sebab dia ade kawan kat sane. Kawan mase same belajo kat ITM Shah Alam dulu.

Dari cerite Az… aku dapat tau yg kawan dia tu sorang jande. Kawin 3 taun becerai. Sebab² becerai pasal laki dia nikah lain… Laki dia nakkan zuriat tapi si Shasha nie tak dapat bagi anak sebab mandol. So bile dia tau laki dia nikah lain, dia pon mintak cerai. Taknak bermadu laaa katekannnn. Sejak becerai sampai sekarang dia tak kawin²… Dah dua taun. Aku jugak pesan kat Az supaye dia jangan bagi tau kat bini aku yg dia nak ke JB dan aku mintak Az tunggu aku kat depan kedai gambo kol 10 pagi esok.

Setelah minum pagi keesokannye, kami pon berlepas ke JB lingkungan jam kol 10.45 camtuh. Ari tu Az pakai suar panjang yg kain nye lembut dan ketat. Ntah ape name jenis suar tu pon tak tau ler aku. Warne itam dikenekan dengan T-shirt warne biru mude dan bertali pinggang kecil…. Perghhh ngancam oiiii…. Agaknye dia memang nak naikkan nafsu syawat aku kot.

“Izal…how’s your sleep?” tetibe Az betanye. “Eh.. sleep ape pulak nih” Aku pulak bertanya. “Alaaa dengan wife u laaa” tanya Az lagi. “Oooo biase laaa. Pasal lak u tanye nie”aku bertanya lagi “Sajek jeeee nak tau… Tapi which’s the best between me n your wife.. Emmm I mean fucking”..

“Iskhhh u nie… Dua² best tapi dengan u lagi best I rase……. U know why ? Because dengan u I boleh buat banyak style” sambung aku lagi. “Nape.. dengan wife u tak boleh ke?” tanye Az. “Dia tak brape nak laaa” jawab aku.

Aku tengok Az tersenyum jek kemudian melentangkan skit tempat sandar sit. Aku prati jek dua gunung mengkal menonjol naik ke atas. Tundun puki Az juge macam membengkak. Memang tembam pantat dia nih.

“U nengok ape Izal?” tanye Az. Cessss… rupe²nye dia prasan aku nengok mende² tuh. “I nengok kecantikan semule jadi u laaa” kate aku. “So?” aku diam jek. “So what?” ulang Az lagi. “So I dah naik geram nih” balas aku. “Kalau geram…… park jek laaa tepi kete. We both do it” kate Az sambil ketawe.

“Eh! u nie… Dah gile ke, u ingat takde orang lain ke yg lalu kat sini” balas aku. “Alaaaa u nie, ambik serious pulakkkk… I gurau jek laaa… U ingat I nie dah tak waras lagi keee?” terang Az yg ketawe kecilnye masih lom rede lagi. Aku pon ikut ketawe jugak. “Ok Az….. kalau u ngantuk..u tido dulu. Kang kalo I plak yg ngantuk…… I kejut u…. U pulak drive dan I tido okey” kate aku. “Okeyyyyyyyy” balas Az.

Hari tu kami sampai ke JB lebih kurang kol 5 lebih. Memang lambat sebab Az bawak separuh. Org pompuan bawak jarang jumpe yg kaki pecut… Terhegeh hegeh adelah. Kami singgah makan dulu di restoran kemudian baru ke umah kawan Az di Taman Uda. Jalan kat Jb nie tak jadik masalah bagi aku sebab mase kecik² dulu memang aku tinggal kat JB sampai beso. Ikut abah aku yg keje Merine Police.

Sampai umah Shasha kebetulan dia ade. Rupenye Az dah telepon dulu so dia tunggu jek kat umah. Aku diperkenalkan kat Shasha… manis gak orgnye. Berkulit kuning langsat dan tinggi lampai. Pade agakan aku dalam 5 kaki 6 inci sebab mase aku besalam dengan dia aku rase hampir same tinggi ngan aku. Aku nie tinggi 5kaki 7inci. “Tido sinilah malam nie En.Rizal yerr” pelawe Shasha dengan peramah.

“Jangan berencik enciklah Shasha. Janggal plak rasenye. Panggil Izal jek ok” terang aku. Shasha hanye tersenyum. “I kat sini tumpang umah kawan jek kat Kg.Melayu. “Alaaa takkan tak sudi kot” pelawanya lagi. “Takpelah Shasha…. Maybe next time I tido kat sini ok” balas aku balik. “Okeyyyy” jawab Shasha sambil membimbit beg Az dan berlalu masok ke dalam. “Az!.. I pick u around nine ok” Az hanye mengangguk.

Dalam perjalanan balik ke umah kawan aku… aku singgah di kedai SingSeh. Aku beli 6 keping kondom. Dalam perkiraan aku malam nie aku pasti dapat main bontot Az. Kate org kalo main bontot nie mesti pakai kondom takut kene AID plak nanti… Maner ler tauuuu.

Aku sampai umah Rosli (kawan aku) kol 6 lebih. Dua org anaknye tengah bemain kat depan umah. Aku bagi salam n terus masok. Aku hempaskan badan ke sofa. Dalam pade tuh, aku dengar curahan air dari bilik mandi. Emm! Icha tengah mandiii. Bisik ati aku. Icha nie name timangan Shamsiah,bini Rosli.

“Hai Ri… Baru sampai ke?” tanye Icha. Tekejut gak aku. Mane taknye. Aku tengah menggelamun program malam karang nih. “A’ah Icha.. Baru jek…… Li mane?” tanye aku balik. “Kejap lagi balik le tuu. Biase la kol 7 lebih kang” jawab Icha lalu terus bejalan masok bilik. Aku pon amik kesempatan prati dari belakang. Sejak tadi aku becakap tak nengok muke Icha pon. Sajek aku malas nak bangun. Nie kebetulan aku nak masok mandi plak.

Aku nengok Icha bekemban ngan tuala jek. Teselior jugak aaa bile nengok bontot Icha yg masih bulat lagi walaupon dah punye dua org anak. Bini Rosli nie rendah jek org nye tapi potongan badan memang kemas dan bekulit sawo matang. Kalo lah aku tak kenangkan Rosli tu kawan baik aku, dah tentu aku ayat aje si Icha nih. Sambil² bejalan masok ke bilik aku…aku jengok² jugak ke bilik Icha. Mane ler tau kot² ade rezeki mate petang nie. Tapi hampe….. ape pon tak nampak walaupon pintu bilik tebukak skit.

Aku ke umah Shasha kol 9. Kami betige bebual seketike. Kol 9.30 aku ngan Az keluar tanpa Shasha. Sebab kete Shasha dia nak tido awal skit malam nih. Shasha nie memang sporting org nye. Kami ke pantai Lido dulu utk makan². Selesai makan terus aku bawak Az ke hotel yg bertaraf 4 bintang sebab aku rase kat sini lebih selamat dari serangan pihak pencegah maksiat. Kami menyewe di bilik no B304 yg siap dengan TV dan pemain VCD.

Utk seketike kami hanye bebual bual kosong jek. Aku kemudiannye memasang cite blue yg aku pinjam dari Rosli. Az hanye meniarap di atas katil. “Az……u bangun jap” pinte aku. Az menurut jek tanpa bantahan atau pertanyaan. Aku kemudian nye menarik tilam ke lantai berhampiran dengan TV dan kami bedua meniarap sambil menonton film blue. Baru 20 minit menonton… aku nengok Az dah mule tak senang diri. Dia mengesel gesel kakinye pade kaki aku.

“Nape Az…… u tak boleh control ke?” tanye aku. Tanpa banyak cakap dia terus memelok dan meromen aku dengan rakus. Dalam otak aku ter pk yg adegan dah bermule. Aku perlu melayari bahtere dengan sebaik baiknye. Aku pon merangkol tubuh Az. Kami becium dengan begitu ghairah dan begilir gilir mengulum lidah. Tangan kiri Az mengurut butuh aku dari luar yg sememangnye dah naik menegang keras sejak menonton film blue tadik. Tangan kanan aku meramas tetek kiri Az yg masih bercoli lagi

Az nie memang cukup pandai bemain lidah. Cukup seronok aku rase. Ape taknye, keliling lidah aku dia jilat, dia nyonyot. Kemudian dibukaknye zip dan kutang seluar aku dan butuh aku tesenbol kuar memacak sebab aku tak pakai suar dalam malam tuh. Az melepaskan bibir aku dari mulut dia lalu turun ke bawah dan menjilat jilat keliling kepale takok aku. Uuhhh….!! Ngilu dia jangan cakap aaa. Beberape saat kemudian dia mule mengulum batang aku yg ade menggeluarkan sedikit airmazi.

Hanye dalam 5 minit mengulum, kami bedua bangun dan membukak semua pakaian kami. Aku lihat pantat Az licin tanpa sehelai bulu pon macam pantat bebudak kecik lagaknye, Tapi tundun dia memang tembam macam kete woltswagen. Tetek dia jangan cakap aaa…mengkal menggunung. Aku bediri dan Az melutut sambil menyonyot dan menggulum batang aku. Batu pelir aku pon dikulumnye jugak. Aku membongkok dan meramas kedua dua buah dade yg mengkal tuh. Aku gentel² puting dia… Ahhh….!! Cukup geli aku rase bile Az menjilat jilat lubang kencing aku.

Aku angkat Az dan baringkan atas katil yg tinggal selapis lagi tilam. Az mengangkang kedua dua kakinye yg membuat lurah puki dia membuke sedikit. Fuhhhh!! bibir puki macam kaler pink… Lidah aku dah cukup gatal nak menjilat puki Az dan tanpa buang mase aku terus junamkan lidah aku. Aku jilat bibir² pantat… Upenye dah ade lendir licin yg kuar dari lobang puki tuh. Aku jilat lendir tu walaupon ade rase payau² skit tapi aku syok. Aku masokkan lidah dalam lobang pantat dan aku jilat kiri kanan dinding dia.

“Arghh…..!! uuhhh…..!!!” tedengar suare dari Az mengerang sambil rambut aku dicekak kemas. Aku jilat² merate rate kemudian aku masokkan jari antu dalam lobang puki dan aku pusiang²kan. “Oohhhh….!! oohhhhhh sedap zallllll” merengek lagi dia. Pastu aku masokkan dua skali ngan jari telunjuk dan aku jolok, tarik, jolok, tarik, sampai jari² aku penuh lendir berair. Aku kuarkan jari dan masokkan dalam mulot aku dan kulom… Perghhhh…..!! enak air pantat pompuan nih ….

kemudian aku pimpin Az ke tilam atas lantai. Kami buat style 69. Az nyonyot butuh aku dann aku jilat pantat Az. Terangkat jubo Az bile aku gigit biji kelentit dia. “Aauuww… U jangan gigit kuat sangat laa Izal”. Aku buat tak peduli jek dan aku terus mainkan lidah aku kat puki yg tengah lembab tuh. Aku isap air² yg ade…

” Uhhh….!!” dengus aku sambil kedua dua lutut aku terangkat ke atas bile Az menyonyot kepale butuh aku dengan kuat. Hampir 10 minit kami melayan jilat dan kulom. Aku kemudiannye baringkan Az melentang. Kedua kakinye aku letakkan atas bahu aku. Kepale butuh yg dah kembang tu aku letakkan bebetol kat lobang puki Az. Lepas tu aku gesel geselkan pade biji kelentit dia.

“Eemmmmm… Masokkan Izal….. I dah tak tahan niii…….. plzzzzzz” pinte Az. Aku urut tige empat kali kat batang aku supaye kering skit sebab pantat Az pon dah basah banyak… kang rase loose plak. Memule aku masokkan skit jek kepale butuh aku. Aku mainkan kuar masok kuar masok, kemudian dengan sekali terjah yg kuat abis seme butuh aku tenggelam dalam lobang puki Az. Menggedar ke kanan skit punggung Az bile kene tekan dengan kuat seperti org tekejut.

“Uuhhhhh…. aahhhhh…..!!” tu jek yg tedengar dari mulot Az. Aku pam kuar masok dgn laju dan kuat. Dah memang perangai aku kalo aku main mesti ganas skit. Lebih kurang 5 minit aku mengasak pantat Az. Kedua dua kaki Az aku turunkan dan Az menariknye berhampiran dengan kedua dua telinge dia. Dengan care begitu, punggung Az terangkat lebih tinggi lagi. Aku cume pekapkan tangan aku kat peha Az dan menghenjut semule dengan kelajuan pelahan jek sebab style nie melengguhkan skit pinggang aku. Aku nengok bibir pantat Az temasok tekuar temasok tekuar. Aku jadi geram. Aku cabut butuh aku dan jilat semule pantat Az dengan lobang jubo dia skali.

“Aahhhhhhhhhh……!!” keloh Az kegelian. Kemudian lobang pintu jubo Az aku tebok dengan jari telunjuk. Aku jolok setakat satu ruas jari jek…. Perghhhhh…..!!! dia punye kemut…… mak aaiiii… Dah puas jilat, aku pusing belaawanan dengan kedudukan Az. Macam huruf ” S” aku hentak lagi puki. Kali nie laju skit. Sambil aku melihat babak main jubo kat TV, aku terus korek lobang jubo Az dnegan ibu jari. Hampir 4 minit rase nye aku main macam tuh.

Kemudian aku baring dan suruh Az naik atas aku yg kedudukan nye mengadap sesame muke. Az pegang batang aku dan masokkan dalam lobang pantat dia. Ditekan nye jubo dia sampai santak ke bawah dalam keadaan melutut dan terus memainkan peranan henjutan turun naik. Aku rase bulu² aku abis basah dan melekit dek air puki Az yg banyak kuar. Sambil Az pulak menonton citer blue kat TV sambil tu dia terus menghenjut.

Semakin lame semakin laju pulak. Sampai satu mase tu digelek gelekkan punggung dia setelah membenamkan seluruh batang aku dalam pantat dia. Aku rase macam nak terpancut jek disebabkan tersangat geli. Aku pegang punggung Az sambil bekate “make it slow honey……. Kang tepancut awal kang rugi plak” Az hanye tesenyum sambil membuat satu ciuman di angin terhadap aku.

Lame jugak Az naik atas aku. Kemudian kami betukar posis lagi. Sebelom tu aku amik tuala kecik untuk lap batang aku ngan puki Az yg banyak kuar air. Pastu aku usap² pantat Az dengan 4 batang jari aku yg dirapatkan. Rupenye bile pantat dah banyak kuarkan air, dia menjadik lebih tembam dan lembut. Itu rase aku lah… tak tau plak org lain.

Kami kemudiannye membuat style doggy.Az mengadap muke ke TV begitu jugak dengan aku. Ialah…… sambil memantat, sambil menonton. Ikut jugak style yg dia org buat. Mat Saleh nie lebih gile daripade kite kan tapi dia org selalu enjoy dalam memantat nih. Memacam style dia org buat yg tak terbuat oleh org² kite.

“Az…… u rendahkan skit dade u tuh…… baru cantik” kate aku pade Az yg terus dituruti Az. Aku terus masokkan batang aku. Kali ni rase ketat skit sebab air dah kering. Uuuhhhh…..!!! Terase macam bergigi jek lobang puki Az bile dah dilap yg menambahkan lagi keseronokan memantat. Aku terus menghayun batang aku kuar masok kuar masok. “Izal….. make it harder plzz. Laju lagi.. laju lagi”. Aku pon pelajukan lagi sodokkan aku ke puki Az sampai sekuruh badan Az begegar. Aku membongkok dan meramas tetek kedua dua tetek Az.. Aku gentel puting² tu dan aku rase keliling puting tetek Az dah bebintat dan keras menegang. Stim giler gak nye.

Bile aku rase puas care tu, aku pon tanye Az. Kebetulan kat screen TV tu adegan fucking bontot yg Az jugak turut nengok same. “Az..how about your ass… can I fuck it now ?”pinta aku. “Tak sakit ke ?” tanye Az balik . “But u promis me nak bagi dulukan” ungkit aku. “Iyelahhh……” jawab Az. “OK lets try dulu… I’ll make it slowly okeyyy” kate aku. “Kayyy” Az setuju.

Tanpa buang mase aku pon cabut butuh aku dari lobang pantat dan letak kepale tu bebetol kat pintu jubo Az. Az menaikkan badan menjadik saperti sudut 90 darjah. Aku menekan pelahan…. Tapi tak masok… Tekan kuat skit lagi.. Pon tak masok jugak. Iskhhhh….!! Susah jugak nak masok lobang bontot nih…..pk aku. Aku pon cube sekali lagi dengan sekuat tenage aku. Kali nie batang aku pegang dengan tangan.

“Aduhhh! Zal” jerit Az bile kepale butuh aku melepasi takoknye ke dalam. Aku pon brenti menekan.”Nape Az?” tanye aku. “Rase sakit laa zal” Az memberi tahu. “Ok ok… U ade bawak lotion tangan tak?” aku bertanya. “Takde zal” jawab Az. Iskhhhh….!! Camne nak buat nih..

Aku pon dapat satu idea. Aku masokkan semula butuh aku dalam lobang puki. Sorong tarik 6 hingga 7 kali. Pastu aku kuarkan. Aku urut² batang tuh dengan muncung kepale aku halekan pade lobang jubo Az. Urutan aku berhasil. Ade 3 – 4 titik air mazi yg kuar. Aku rase nie boleh melicinkan batang aku menjelos ke dalam jubo Az. Air mazi tu aku sapukan keliling pintu jubo dan aku jolok jari aku masok skit ke dalam. Aku kire batang aku ok. Masih basah ngan air pantat Az lagi

Aku mule tekan butuh aku skit demi skit masok. Kali nie aku rase macam lawas jugak psal dibantu kelicinan air mazi tadik. “Az kalo sakit u cakap aaa… I masokkan plan² nih”aku terangkan. “Kayyy” balas Az. Cukup berhati hati aku tekan batang aku. Aku takut kalo kuat kang boleh menyakitkan Az pulak. Semakin lame semakin dalam… Semakin lame semakin dalam…. Bile setengah badan dah masok, aku tarik kuar skit and then masok balik. Aku buat beberape kali sampailah hampir seluruh kepanjangan batang aku masok ke dalam jubo Az.

“How u feel Az?” tanye aku. “Its okeyyy… u boleh teruskan… I pon dah rase sedap nih” kate Az. Aku pon ape lagi….. start menyondol leee. Memule tu plan² jek pastu makin lame makin laju. Menggigil sekejap badan aku. Gilerr… lobang jubo ni. Kemut keliling. Patut ler mat saleh suke ngat main lobang jubo nih. Dia nye kick ngancam abisss…..… Ko orang try lah style ni. Kalo tak …… rugi beso tu…..

Aku kemudian baringkan Az. Bawah punggung Az aku letak bantal biar tinggi skit. Aku masokkan semule batang aku dalam jubo Az. Aku tengok mate Az dah separuh tertutup. Agaknye dia merasai satu kesedapan yg berlainan dari yg dia rase selame nie. Yang terdengar hanye dengusan kesedapan jek… “Ahhhh ahhh ahhhh….!!” mendayu dayu dengusan Az. “Macam mane Az… Sedap tak ?” tanye aku. “Sedap Izal.. Selame nie I tak penah rase macam ni”Az mengakui. “I pon same jugak Az” balas aku.

Geli aku semakin menjadi jadik. Tapi aku masih dapat betahan lagi. Aku terus menyorong tarik batang aku. Dalam pade tu aku teringat satu bende… KONDOM… Mak aiiii… Aku dah telupe nak pakai dek kerane terlampau ghairah sangat. Aku pon cakap ngan Az yg aku nak pakai kondom kejap. Tapi Az kate tak payah sebab dia taknak aku pancut dalam lobang jubo. Dia nak aku pancut dalam mulut dia kali nie. Aku ok jek…..

Dalam aku sorong tarik sorong tarik batang aku…jejari aku memain bijik kelentit Az. “Oohhhh uuhhhh uuhhhh…..!!!” kedengaran dari suare Az mengeluh. Lobang puki Az aku jolok dengan dua jari aku. Pastuh aku kulum jari tuh. Emmm……. kan main sedap lagi. Aku kongkek lobang jubo Az dengan laju. Menjerit jugak Az. Agaknye pedih bibir jubo dia pasal laju sangat kot. Tapi aku dah tak kire. Geram aku dah tak dapat ditahan lagi. Aku kangkangkan kaki Az dengan lebo bile dia mule nak rapatkan kaki sebab menahan perit hasil dari sondolan aku yg kuat sangat. Aku sorong tarik beberape kali. Aku kuarkan konek aku. Urut dua tige kali pastu masokkan balik dan mengepam dengan semakin ghairah lagi.

Bile aku rase geli yang amat, aku kuarkan batang aku dari lobang jubo Az dan masokkan dalam lobang puki pulak. “Aauuww……!!” teriak Az bile butuh aku membuat terjahan yg kuat tapi terkene biji kelentit Az. Sakit jugak mulut budak aku tuh… “Sorry” kate aku. Aku kemudian meletak semule kepale butuh aku tepat ke lobang puki Az dan terus menekan sampai padat ke dalam. Aku gelek-gelekkan butuh…

“Aahhh…..!! Sedap.. Sedapnye Izallll… laju skit.. laju skit”. Dalam pade tu aku nengok punggung Az terangkat rangkat mengemut batang aku. Aku turunkan badan, mendakap tubuh Az dengan kemas, meromen bibir Az dengan rakus. Kami saling mengulum lidah sementare di bahagian bawah, butuh aku terus mengepam dengan hebat. Puki Az dibasahi dengan air lendir yg banyak. Aku rase sedikit licin. Aku rapatkan kedua dua kaki Az. Emmm baru rase sendat skit…

Hentakkan batang aku semakin lame semakin laju. Az mengepit aku dengan kedua dua kakinye sambil tangannye pule memeluk tengkok aku dengan erat. Tubuhnye saperti menggeletar. Aku rase dia dah nak capai climax. Selang dua minit kemudian aku dapati lobang puki Az cukup licin dan berlendir. Dah kuar air lagi dia. “Eemmmm…..!!ahhhhhh……!!!” giat Az dengan manje sambil rangkulan di lehir aku dilonggarkan dan kepitkan kaki di peha juge dileraikan… Memang sah dia dah pancut…

Kegelian yg aku rase seperti dah tak dapat ditahan. Aku terus menghentak dengan ganas pantat Az… laju dan semakin lajuuu “Open your mouth Az… I am coming.. I am cominggg”. Serentak dengan tu aku cabut bantang aku dari lobang pantat dan terus masokkan dalam mulut Az. Dia mengangge dengan luas. Aku lancapkan butuh beberape kali. Kepale aku dah naik bedengung seperti satu bom jangke yg akan meletup pade bile² mase jek…

“Aarghhhhhhh……….!!!!!!!!!!!!”. Serentak dengan tu make terpancutlah air sulbi yg pekat dalam mulut Az. “Uuhhh…..!! uuhhhhh…..!!!” menggeletar abis tubuh aku bile Az pulak amik alih melancapkan batang aku. Aku rase lime kali aku buat pancutan dalam mulut Az. Aku nengok Az telan abisss air sulbi tuh sambil tangan kanannye terus melancap butuh aku. Jubo aku jadik terkemut kemut menahan kesedapan dan kegelian yg teramat sangat. Aku kemudian rebah atas dade Az. Kami berpelokkan dan bercium utk seketike yang kemudiannye masing² terlentang keletihan. Blue film yg aku pasang entah bile abis pon kami tak tau…. lantak laaaa… Yang penting praktiknye yg utame……..

Pade malam tu jek kami bersetubuh sebanyak empat kali. Kami benar² melepaskan ghairah masing² sampai air konek aku dah tak banyak lagi. Lutut aku pon dah rase longar semacam jek dek kerane banyak sangat air yg kuar. Tapi aku rase cukup seronok pade malam tuh. Style membontot jangan cite laaa… Memacam style kami buat. Macam mane mat saleh buat, macam tu lah kami ikut. Kepuasan yg kami rase pade malam tu memang berlainan sekali. Lain dari yg penah kami alami selame nie. Kami puas dan sepuas puasnyeeee.

Aku menghantar Az balik ke umah Shasha bih kurang kol 6 pagi dan aku pulak terus balik ke umah kawan aku di Kg.Melayu. Untuk dua ari beturut turut aku ngan Az melakukan mende yg same di tempat yg berlainan. Cite aku yg akan datang adelah bagaimana Shasha terlibat dalam bersetubuhan tige penjuru antare aku, Az dan Shasha di rumah kediaman Shasha sendiri.

http://hebatpower.com/blog/


PORTAL SUAMI ISTERI 18SXX

SEX DENGAN SUAMI COUSIN

SEX DENGAN SUAMI COUSIN

First aku nak bagi tau…masa tu umur aku 20 tahun n ngah blaja kat universiti kat utara malaysia. so da satu cuti mid term tu aku tak balik kampung n decide nak tinggal kat rumah akak sepupu aku yang berdekatan dengan kolej tempat aku blaja. Aku memang selalu lepak kat situ hujung-hujung minggu. so aku kire rapatlah dengan akak sepupu aku, ina n suami dia, zarul. abang sepupu aku ni dala handsome, baik lak tu. perempuan mane tak cair. so kirenye aku da ‘crush’ gak la dengan abang zarul ni. so…nak dijadikan ceritanye…akak sepupu aku ni kebetulan dihantar berkursus di kl selama 2 minggu tu. so tinggal aku n abang sepupu aku n anak dieorang yang umur setahun lebih je kat rumah. so aku pun mula la merancang strategi untuk menggoda abang sepupu aku ni. aku ni jenis yang suke pakai baju yang seksi2 kat rumah. memang abang zarul da biase tengok aku pakai baby-t n seluar pendek. so sehari selepas pemergian akak sepupu aku tu……so lagi seksi la baju yang aku pakai. aku sengaja mengenakan sleevelss putih nipis n seluar pendek yang ketat masa kat rumah.

dala tetek aku ni besar. macam nak terkeluar je dari baju. masa bertembung dengan abang zarul kat dapur die tegur aku..’mak aih…seksinye ari ni…lawa betul la adik abang nii… aku senyum je…plan menjadi..jeritku dalam hati….. so malam tu lepas makan malam…aku duduk menonton tv dengan abang zarul..anak die da tidur da..aku sengaja tak pakai bra…so nampak la puting tetek aku terjojol la di baby-t putih yang aku pakai malam tu. aku tengok abang zarul ni asyik usha2 tetek aku je dari kat meja makan tadi…duduknya pun tak menentu…gelisah…’nape reen tengok abang cam gelisah je dari tadi? rindu kak ina ek?’….die cume tersenyum….’abang sunyi la tido sorang2 malam ni’..’yeke, kalo sunyi nak reen temankan ke?’….’nak!!’…aku gelak..’reen gurau je la. k la, reen tido dulu k. selamat malam’… belum sempat aku berdiri dia tiba2 tarik tangan aku dengan kuat dan menyebabkan aku terduduk di pangkuan nye. die merenung ke dalam mata ku n terus mengucup bibirku berkali2 dengan penuh bernafsu…aku membalas setiap kucupannya…tangannya mula mengusap belakang ku dan masuk ke dalam bajuku…badanku diusap lembut penuh nafsu…aku semakin lemas dengan perbuatannya itu. kemudian dia menyembamkan mukanya ke dada ku dan menggomoli tetek ku yang masih beralas dengan bajuku. aku terus menanggalkan tshirt ku dan sepantas itu dia terus menggomoli tetekku. tetkku diramas dan dihisap semahu-mahunya. dia membaringkan aku di atas sofa dan masih menggomoli tetkku. aku menanggalkan kain pelikat yang dipakainya dan terus mendapatkan batang yang semakin mengeras dan panjang. kuusap dan kuurut batang itu. abang zarul berdengus pabila aku melurut2 laju batang nya. aku semakin ghairah dengan permainan abang zarul…buritku sudah basah…abang zarul melurutkan seluar yang aku pakai dan pantas menyebamkam mukanya di celah kangkangku…aku mengerang sebaik saja lidahnya mula menjilat2 kelentitku yang basah. punggungku terangkat bila saja dia menyedut biji kelentitku semahunya. aku mula meraung kuat. aku sudah tidak peduli jika didengari jiran2…yang pasti aku betul2 berada di puncak kenikmatan…kepala abang zarul kutekan lagi ke celah kangkang ku agar lidah itu terus menjilat kelentitku…dia memainkan lidahnya di lubang vagina ku…aku berdengus kuat…aku kegelian dan kenikmatan yang teramat sangat apabila di menjolok lidahnya ke dalam vaginaku..aku merasakan puncak syahwatku yang pertama dengan memancutkan air mani yang banyak ke dalam mulut abang zarul malah dia tidak terus berhenti. bahkan semakin ligat menjilat kelentitku menyebabkan klimaks ku bertahan untuk beberapa minit… kemudian abang zarul bangun lalu mengacukan batangnya ke buritku yang basah…perlahan2 dia menekan masuk batangnya…aku mula merasa perit…aku hampir terjerit apabila abang zarul menolak masuk batangnya dengan kasar…ngilu kurasakan pada ari2 ku…abang zarul berhenti seketika sebelum mula menghenjut perlahan…acara sorong tarik dimulakan dengan rentak perlahan…sakit yang pada mulanya mula bertukar nikmat…aku memeluk bahu abang zarul sambil kami berkucupan…kemudian rentak mula menjadi laju…aku menjerit kuat penuh ghairah dengan kenikmatan geselan batang abang zarul yang panjang di dalam buritku…ku merasakan akan mencapai klimaks keduaku tidak lama lagi….seakan tahu..abang zarul melajukan henjutannya menyebabkan aku meraung dan memancutkan air maniku untuk kali yang kedua serentak bersama abang zarul yang kemudiannya memancutkan berdas2 air maninya ke dalam buritku. abang zarul terjelapuk di atas badanku tanpa suara…cuma ombak dadanya sahaja kencang keletihan…akhirnya kami tertidur berpelukan sehingga pagi.. selama 2 minggu itu aku menjadi isteri kepada abang zarul…aku bebas telanjang di dalam rumah…dan kami sentiasa melakukan seks….abang zarul suka menghisap putingku…sehingga sekarang kami masih melakukannya walaupun dia sudah mempunyai 3 orang anak.

http://hebatpower.com/blog/

PORTAL SUAMI ISTERI 18SXX

Teknik & Posisi Bersetubuh

Teknik & Posisi Bersetubuh

Suami di Atas

Kaedah ‘mubaligh’ adalah posisi yang paling lazim diguna. Suami hampir seratus-peratus mengawal persetubuhan. Isteri hanya dapat mengubah kedudukan kaki untuk menukar sudut dan kedalaman tusukan zakar. Posisi ini memudahkan renungan mata, kucupan, tusuk yang dalam dan rangsangan kelentit. Suami di atas tubuh isteri dan memasukkan zakar yang tegang ke dalam faraj dengan bantuan isteri. Dalam posisi ini suami dapat mengawal kelajuan dan tusukan ketika mencapai orgasma.

Satu lagi cara untuk merangsang kelentit isteri ialah dengan suami mengalihkan badannya sedikit ke depan apabila seluruh batang zakar terbenam. Ini akan menempatkan tundun suami diatas kelentit isteri. Bahagian ini sekarang dapatlah dilenyek pada kelentit isteri bersama-sama tanpa batang zakar disorong-tarik. Dalam posisi ini kebanyakan lelaki dapat ‘tahan’ lebih lama dan isteri dapat mencapai kepuasan klimaks melalui rangsangan terus-menerus pada kelentit.
Pasangan dapat mengubahsuai kedudukan dengan suami berdiri atau melutut di tepi katil dan melakukan ‘push-up’ ke atas isteri. Dengan kaki terjuntai ke lantai, isteri lebih mudah melonjak ke atas/bawah untuk menyambut batang zakar suami.

Untuk mendapat sedikit kawalan pada tusukan zakar, isteri boleh membuka kaki atau melipatkan kaki dikeliling pinggang suami. Dengan cara ini isteri boleh memberi isyarat laju-perlahan dengan menekan tumit pada pinggang suami. Isteri juga dapat mengunci kedudukan apabila beliau ingin membenam zakar suami untuk kemutan orgasma bila ianya berlaku.

Sudut tusukan batang zakar suami dapat dikawal dengan menggunakan bantal. Isteri boleh merapatkan lutut ke dada dan meletakkan tumit pada bahu suami. Zakar suami dapat dibenam dengan dalam melalui cara ini. Posisi ini tidak banyak memberi peluang untuk isteri bergerak dan kawalan hampir 100% pada suami.
 
——————————————-
NEW PRODUK LIBIDO SPRAY

HARGA RM 69 TERHANGAT DI PASARAN!!!
FUNGSI DAN KELEBIHAN


* Menggalakkan peredaran darah bahagian genital.

* Menguatkan dan membina kelenjar seksual lelaki.

* Merawat Kegelian Melampau.

* Meningkatkan lagi stamina dan kuasa seks anda.

* Merawat Nyilu-nyilu zakar.

* Meningkatkan kekuatan corpora carvenosa.

* Meningkatkan kekuatan seksual secara tradisional.

* Menyokong kesihatan kulit zakar.

* Meningkatkan peredaran darah.

* Mengelakkan kesan keletihan.

* Meningkatkan keinginan seks.

* Meningkatkan potensi pancutan anda.

*Tahan Lama dan elak pancutan pramatang.

*Lulus kkm

*Saiz lebih besar dan kuantit lebih jimat.

*Spray dalam bentuk gel
 
more info -KLIK DI SINI

 

INFO LANJUT SILA KLIK DI SINI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Category: Cerita Seks / Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,